Hari itu, suasana sekolah dipenuhi oleh semangat belajar yang tak biasa. Bukan siswa, tetapi para pendidik dan tenaga kependidikan yang duduk berbinar, menyimak, dan berdiskusi aktif dalam In House Training (IHT) yang diselenggarakan pada Tanggal Jumat, 8-9 Januari 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Mengukir Inovasi, Memantapkan Kualitas" ini menjadi bukti komitmen sekolah untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
IHT kali ini menghadirkan pakar-pakar kompeten, baik dari internal maupun eksternal, dengan agenda yang padat, relevan, dan langsung bersentuhan dengan kebutuhan di lapangan. Berikut adalah kilasan perjalanan ilmu yang kami dapatkan:
1. Membedah Raport Pendidikan: Peta Jalan Peningkatan Sekolah (Oleh: Riyanto, S.Pd.)
Sesi pembuka dipandu oleh Riyanto, S.Pd., yang dengan cermat mengajak kami menyelami Raport Pendidikan dari Kemendikbudristek. Raport ini bukan sekadar angka, tetapi cermin reflektif yang jujur menunjukkan posisi kita. Pak Riyanto mengajak kami untuk tidak hanya melihat skor, tetapi memahami cerita di balik data: di mana kekuatan yang harus dipertahankan, dan di area mana kita perlu fokus berbenah. Diskusi menjadi sangat hidup saat kami mengidentifikasi capaian dan merancang langkah-langkah strategis berbasis bukti untuk meningkatkannya.
2. Memanfaatkan IFP dalam Pembelajaran (Oleh: Andrika Rizal Arlovi, M.Pd.)
Teknologi hadir untuk memperkaya pengalaman belajar. Andrika Rizal Arlovi, M.Pd., mempresentasikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Beliau tidak hanya menunjukkan fitur-fitur canggihnya, tetapi juga bagaimana perangkat ini dapat menjadi jantung dari pembelajaran kolaboratif, visual, dan interaktif. Guru-guru diajak langsung berpraktik merancang aktivitas yang memanfaatkan IFP untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, membuktikan bahwa kelas masa depan sudah bisa kita wujudkan hari ini.
3. Mengenal Koding dan Kecerdasan Artifisial (Oleh: Andrika Rizal Arlovi, M.Pd.)
Sesi yang paling futuristik! Masih bersama Pak Andrika, kami dibawa menyelami dasar-dasar koding (pemrograman) dan Kecerdasan Artifisial (AI). Ternyata, konsep AI tidak serumit yang dibayangkan dan sudah banyak alat bantu pendidikan yang memanfaatkannya. Workshop singkat ini membuka wawasan kami tentang pentingnya guru memahami logika di balik teknologi yang digunakan siswa sehari-hari, sekaligus menginspirasi integrasi computational thinking dalam materi pelajaran.
4. Penerapan Kokurikuler di Sekolah: Menyemai Talenta di Luar Kelas (Oleh: Ratri Gunariyanti, S.E., M.Pd.)
Pendidikan holistic adalah kunci. Ratri Gunariyanti, S.E., M.Pd., dengan lugas memaparkan strategi penerapan program kokurikuler yang efektif. Bagaimana merancang kegiatan yang tidak hanya jadi pelengkap, tetapi benar-benar selaras dengan kurikulum, mampu menggali minat-bakat siswa, dan terdokumentasi dengan baik. Sesi ini memberikan kerangka kerja jelas untuk memperkuat karakter dan kompetensi siswa melalui berbagai kegiatan pengembangan diri.
5. RKAS/RKAT: Anggaran sebagai Alat Strategis (Oleh: Haryati Sokoy, S.Pd., M.Pd.)
Manajemen keuangan yang transparan dan terencana adalah tulang punggung operasional sekolah. Haryati Sokoy, S.Pd., M.Pd., memandu kami memahami filosofi dan komponen dalam Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Tahunan (RKAS/RKAT). Penekanan diberikan pada prinsip anggaran yang berbasis kinerja dan kebutuhan riil, memastikan setiap rupiah yang dialokasikan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan layanan sekolah.
6. Workshop Perencanaan RKAS/RKAT: Dari Konsep ke Rancangan (Oleh: Sonya Margareth, M.Pd.)
Sesi penutup adalah puncak dari pelatihan ini. Dipandu Sonya Margareth, M.Pd., tim sekolah melakukan workshop langsung merancang RKAS/RKAT. Dengan berpedoman pada hasil bedah Raport Pendidikan dan prioritas program yang telah didiskusikan, kami bersama-sama menyusun rencana anggaran yang realistis, terukur, dan berorientasi pada tujuan strategis sekolah. Proses kolaboratif ini memastikan bahwa rencana yang dihasilkan adalah milik bersama dan siap dijalankan.
IHT hari ini bukanlah titik akhir, melainkan starter pistol untuk sebuah lomba panjang peningkatan berkelanjutan. Kami pulang bukan hanya dengan sertifikat, tetapi dengan:
· Peta (dari Raport Pendidikan),
· Senjata (berupa keterampilan teknologi IFP & AI),
· Medan pengembangan (program kokurikuler), dan
· Bahan bakar serta logistik (RKAS/RKAT yang solid).
Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua narasumber yang telah berbagi ilmu dengan begitu luar biasa. Semangat kolaborasi dan keinginan belajar yang ditunjukkan seluruh peserta adalah energi terbesar bagi sekolah kita.
Mari kita transformasikan ilmu ini menjadi aksi nyata di setiap kelas, di setiap kegiatan, dan dalam setiap interaksi dengan siswa kita. Bersama, kita wujudkan sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan penuh karakter.


