Hangatnya Syukur Ditengah Asesmen Sumatif

Hari ini, 25 November, adalah Hari Guru Nasional. Di sekolah kami, peringatan tahun ini terasa istimewa karena dirayakan di tengah padatnya jadwal Sumatif Akhir Semester (SAS)

Tentu, tugas utama adalah memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar. Namun, segera setelah bel pulang sekolah berbunyi dan seluruh siswa berhamburan meninggalkan gerbang, tiba saatnya para pahlawan tanpa tanda jasa ini merayakan diri mereka sendiri.

Sesaat setelah semua guru menyelesaikan setoran lembar jawaban dan jurnal pengawasan, suasana tegang koreksi pun sirna. Di ruang guru yang mendadak sepi, kami memulai tradisi hangat yang telah kami siapkan: pertukaran kado antar sesama guru.






Setiap Bapak dan Ibu Guru membawa satu kado tanpa nama, dan kami semua mendapat kesempatan untuk mengambil kado dari rekan sejawat secara acak. Ini adalah momen yang penuh tawa dan kejutan:

  • Seorang guru Matematika mendapat handuk kecil lucu.
  • Guru Bahasa Indonesia mendapat jam dinding.
  • Guru Olahraga mendapat seperangkat alat makan yang praktis, dll.

Nilai barangnya tidak seberapa, namun kehangatan saat masing-masing membuka kado dan menerka siapa pemberinya, itulah yang membuat Hari Guru tahun ini terasa istimewa. Kado sederhana ini adalah simbol perhatian dan dukungan antar rekan kerja.

Momen pertukaran kado juga kami manfaatkan untuk saling mengucapkan terima kasih dan syukur. Ini adalah pengakuan tulus atas kerja keras yang telah dilalui bersama, terutama selama masa sibuk PAS.

"Selamat Hari Guru untuk kita semua! Terima kasih sudah menjadi tim yang solid dan suportif selama PAS ini. Mari kita jaga semangat dan kesehatan untuk terus mendidik dengan hati."

Perayaan yang sederhana ini menjadi pengingat yang kuat: meskipun kami disibukkan oleh tugas mengawas, menyusun soal, dan koreksi, kami adalah sebuah keluarga besar yang saling menguatkan. Apresiasi terbesar datang dari mereka yang memahami betul tantangan di balik profesi mulia ini.

Merayakan Hari Guru setelah jam pulang sekolah di tengah PAS mungkin adalah cara terbaik untuk kami. Ini menunjukkan bahwa meskipun tugas profesional harus diselesaikan terlebih dahulu, selalu ada waktu untuk merayakan persaudaraan dan dedikasi.

Hari Guru tahun ini mengajarkan kami bahwa kebersamaan dan apresiasi adalah kunci untuk menjaga semangat para pendidik, memastikan kami kembali segar dan siap untuk sesi PAS berikutnya besok pagi!

Selamat Hari Guru Nasional! Semoga semangat, ketulusan, dan pengabdian para pahlawan tanpa tanda jasa ini selalu menyala terang.

Bagaimana cara sekolah Anda merayakan Hari Guru di tengah jadwal yang padat? Bagikan cerita kehangatan Anda di kolom komentar!

Lebih baru Lebih lama